Friday, February 27, 2015

Siapakah 73 Golongan Akidah Dalam Islam


Rasulullah pernah bersabda bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan akidah dan hanya 1 saja yang benar. Nah siapakah golongan-golongan itu? Rasulullah memberikan beberapa petunjuk namun tidak menyebutkan dengan sangat detail, sehingga penafsirannya masih terbuka.

Berikut salah satu kutipan hadis tentang 73 firqah/golongan:
Dari Abi Hurairah Rda, beliau berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Telah berfirqah-firqah (golongan) orang Yahudi atas 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah ummatku atas 73 firqah" (Hadits riwayat Imam Tirmidzi)
Salah seorang ulama yang mencoba membuat daftar 73 golongan tersebut adalah Mufti Syaikh Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar dalam kitabnya Bugyatul Mustarsyidin, pada halaman 398, cetakan Mathba’ah Amin Abdul Majid Cairo. Beliau menyebutkan bahwa 72 golongan (firqah) yang sesat itu pada intinya adalah 7 golongan saja, yaitu:
  1. Kaum Syi’ah, kaum yang berlebih-lebihan memuja Saidina Ali Karamallahu wajhahu. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar dan Utsman, Radhiyallahu’anhum. Kaum Syi’ah kemudian berpecah menjadi 22 aliran.
  2. Kaum Khawarij yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Saidina 'Ali Kw. bahkan ada di antaranya yang mengkafirkan Saidina Ali. Firqah ini berfatwa bahwa orang-orang yang membuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij kemudian berpecah menjadi 20 aliran.
  3. Kaum Mu’tazilah, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihar dengan mata dalam syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan di antara dua tempat, dan mi’raj Nabi & Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lain-lain. Kaum Mu’tazilah berpecah menjadi 20 aliran.
  4. Kaum Murji’ah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma’siyat (kedurhakaan) tidak memberi mudharat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebajikan tidak memberi manfa’at kalau kafir.
  5. Kaum Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.   
  6. Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa, manusia “majbur”, artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaba tidak sama sekali. Kaum ini hanya 1 aliran.
  7. Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk 1 di kursi, naik tangga, turun tangga dan lain-lainnya.  Kaum ini hanya 1 aliran saja.
Dari 7 kelompok tersebut, jumlah totalnya adalah sebagai berikut:
  1. Kaum Syi'ah         22 aliran.
  2. Kaum Khawarij         20 aliran.
  3. Kaum Mu’tazailah         20 aliran.
  4. Kaum Murjiah        5 aliran.
  5. Kaum Najariah        3 aliran.
  6. Kaum Jabariah        1 aliran.
  7. Kaum Musyabihah         1 aliran.
Jumlah:              72 aliran.

Jika 72 ini ditambah dengan 1 aliran lagi yaitu paham kaum Ahlusunnah Wal Jamaah / Sunni maka total menjadi 73 firqah, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW. dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Demikianlah daftar golongan akidah menurut Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur. Beliau wafat pada tahun 1320 H, atau 1902 M. Jika kita membuat studi serupa dengan kasus di zaman ini, masih ada kemungkin akan ada perbedaan di sana-sini karena sejak 1320H/1902M banyak muncul golongan-golongan baru yang menyimpang.

Rujukan



32 comments:

  1. Dikeluarkan Oleh Tarekat Syadzaliyah Qodiriyah di Yogyakarta

    Taqwa
     Kesukaannya berdzikir
     lakunya amal sholeh baik harta benda tenaga,pikiran(jawanya laku lan lakon lan tekon bakal tekan)
     buahnya cahaya ketaqwaan ( dengan ciri selalu mendapat rizki dari Allah yg tidak tau dari mana asalnya(lakunya amal sholeh dengan jalan menginfakkan rejekinya dijalan Allah)

    Kesyahidan
     dengan ciri taqwa
     Lakunya sabar
     Kendaraannya tafakur
     Buahnya ilmu ma’rifatullah

    Kewalian = mursyid = satrio piningit setara kenabian bani israil
    Ciri-cirinya
     Menduduki maqom ketaqwaana dan kesyahidan
     Lakunya fakir (berani menginfakkan rejekinya di jalan Allah 70%)
     Kendaraannya syukur
     Buahnya selalu ditambahi nikmat dari Allah SWT
     Mimpi bertemu rasullallah 5x

    Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman
     Cirinya menduduki maqom ketaqwaan kesyahidan dan kewalian
     Seorang Ghauts Haruslah diangkat oleh Rasulullah,disaksikan oleh seorang Ghauts yang masih hidup,para sahabat 4 dan Ghauts-ghauts masa lampau dan dikasih tongkat Komando
     Dengan ciri utama benar(shidiq) dapat dipercaya(amanah) berani melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan
     Berani menghabiskan hartanya di jalan Allah diawal ditengah di akhir kehidupannya
     Mimpi bertemu rasulullah 7x minimal

    Khalifatul Ardh=ratu adil hampir setara Nabi Agung Muhammad SAW
    Dengan ciri-ciri menduduki maqomketaqwaaan kesyahidan kewalian dan shidiqin +mempunyai karomah 41 macam hanya bergantung pada Allah,tidak bergantung kepada ilmunya,sarana ketrampilannya, usahanya dll


    NB:
    Ilmu hikmah/kesaktian2 versi masyarakat umum
    - bisa di tempuh melalui olah tenaga dalam
    - Laku2 khusus wirid2 khusus tanpa harus sesorang menduduki maqom ketaqwaan,kesyahidan
    - Dan hasilnya seolah2 seperti karomah
    Ma’unah
    - bisa ditempuh dengan laku ketaqwaan dan kesyahidan
    - Dan hasilnya seolah2 seperti karomah
    Karomah
    - Bisa ditempuh dengan laku ketaqwaan dan kesyahidan dan menduduki maqom kewalian dan hasilnya karomah
    Kedudukan ilmu hikmah atau kesaktian , Kedudukannya lebih rendah dari Maunah
    Maunah kedudukannya lebih rendah dari Karomah
    Karomah kedudukannya lebih rendah dari Mukjizat



    Sekapur sirih
    Kebaikan adalah karya sesaat untuk menuruti hawa nafsunya
    Ketaqwaan adalah karya sepanjang hidup untuk mencari keridloaan Allah SWT

    Dan siapa yg memakai jubah satrio piningit,satrio pinandito,ratu adil tanpa ciri-ciri itu semua adalah pembodohan dan suatu kejahiliyahan dan penipuuan terhadap masyarakat.
    Dan melakuakan dosa besar terhadap Allah SWT dan masyarakat
    Dan jangan sampai kalian semua para pengaku satrio piningit,satrio pinandito,ratu adil hanya diombang-ambingkan oleh bisikan setan dan hawa nafsu semata
    Dan ratu adil yang sejati adalah mestinya didikan seorang Sulthon Auliya atau wali qutup dengan didikan yang keras dan khusus dizamannya
    Referensi dari mursyid2 tarikat syadzaliyah qodiriyah Sulthon Auliya Ghautsul Adhom Hadzazzaman sayidi syekh Arifbillah Abuya Dimyati Banten RA, Sulthon Auliya Ghautsul Adhom Sayidi Syekh Komarudin Hadzazzaman ArifBillah Abah Kyai Haji Mas’ud Thoha RA
    Jangan sampai umat islam mudah menjustis seseorang satrio piningit (wali Allah) satrio pinandito(kaum shidiqin) khalifatul ardh(ratu adil/ Sulthon Auliya Ghautsul Adhom/Wali Qutub)
    Siapa mencari ilmu tanpa berguru gurunya adalah setan,puncak segala ilmu adalah maqom kedudukan wali Qutub

    ReplyDelete
  2. Dikeluarkan Oleh Tarekat Syadzaliyah Qodiriyah di Yogyakarta

    Taqwa
     Kesukaannya berdzikir
     lakunya amal sholeh baik harta benda tenaga,pikiran(jawanya laku lan lakon lan tekon bakal tekan)
     buahnya cahaya ketaqwaan ( dengan ciri selalu mendapat rizki dari Allah yg tidak tau dari mana asalnya(lakunya amal sholeh dengan jalan menginfakkan rejekinya dijalan Allah)

    Kesyahidan
     dengan ciri taqwa
     Lakunya sabar
     Kendaraannya tafakur
     Buahnya ilmu ma’rifatullah

    Kewalian = mursyid = satrio piningit setara kenabian bani israil
    Ciri-cirinya
     Menduduki maqom ketaqwaana dan kesyahidan
     Lakunya fakir (berani menginfakkan rejekinya di jalan Allah 70%)
     Kendaraannya syukur
     Buahnya selalu ditambahi nikmat dari Allah SWT
     Mimpi bertemu rasullallah 5x

    Shidiqin = satrio pinandito setara Rasul Bani Israil setara Ghautsul Adhom Hadzazzaman
     Cirinya menduduki maqom ketaqwaan kesyahidan dan kewalian
     Seorang Ghauts Haruslah diangkat oleh Rasulullah,disaksikan oleh seorang Ghauts yang masih hidup,para sahabat 4 dan Ghauts-ghauts masa lampau dan dikasih tongkat Komando
     Dengan ciri utama benar(shidiq) dapat dipercaya(amanah) berani melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan berani menegakkan kebenaran dan keadilan
     Berani menghabiskan hartanya di jalan Allah diawal ditengah di akhir kehidupannya
     Mimpi bertemu rasulullah 7x minimal

    Khalifatul Ardh=ratu adil hampir setara Nabi Agung Muhammad SAW
    Dengan ciri-ciri menduduki maqomketaqwaaan kesyahidan kewalian dan shidiqin +mempunyai karomah 41 macam hanya bergantung pada Allah,tidak bergantung kepada ilmunya,sarana ketrampilannya, usahanya dll


    NB:
    Ilmu hikmah/kesaktian2 versi masyarakat umum
    - bisa di tempuh melalui olah tenaga dalam
    - Laku2 khusus wirid2 khusus tanpa harus sesorang menduduki maqom ketaqwaan,kesyahidan
    - Dan hasilnya seolah2 seperti karomah
    Ma’unah
    - bisa ditempuh dengan laku ketaqwaan dan kesyahidan
    - Dan hasilnya seolah2 seperti karomah
    Karomah
    - Bisa ditempuh dengan laku ketaqwaan dan kesyahidan dan menduduki maqom kewalian dan hasilnya karomah
    Kedudukan ilmu hikmah atau kesaktian , Kedudukannya lebih rendah dari Maunah
    Maunah kedudukannya lebih rendah dari Karomah
    Karomah kedudukannya lebih rendah dari Mukjizat



    Sekapur sirih
    Kebaikan adalah karya sesaat untuk menuruti hawa nafsunya
    Ketaqwaan adalah karya sepanjang hidup untuk mencari keridloaan Allah SWT

    Dan siapa yg memakai jubah satrio piningit,satrio pinandito,ratu adil tanpa ciri-ciri itu semua adalah pembodohan dan suatu kejahiliyahan dan penipuuan terhadap masyarakat.
    Dan melakuakan dosa besar terhadap Allah SWT dan masyarakat
    Dan jangan sampai kalian semua para pengaku satrio piningit,satrio pinandito,ratu adil hanya diombang-ambingkan oleh bisikan setan dan hawa nafsu semata
    Dan ratu adil yang sejati adalah mestinya didikan seorang Sulthon Auliya atau wali qutup dengan didikan yang keras dan khusus dizamannya
    Referensi dari mursyid2 tarikat syadzaliyah qodiriyah Sulthon Auliya Ghautsul Adhom Hadzazzaman sayidi syekh Arifbillah Abuya Dimyati Banten RA, Sulthon Auliya Ghautsul Adhom Sayidi Syekh Komarudin Hadzazzaman ArifBillah Abah Kyai Haji Mas’ud Thoha RA
    Jangan sampai umat islam mudah menjustis seseorang satrio piningit (wali Allah) satrio pinandito(kaum shidiqin) khalifatul ardh(ratu adil/ Sulthon Auliya Ghautsul Adhom/Wali Qutub)
    Siapa mencari ilmu tanpa berguru gurunya adalah setan,puncak segala ilmu adalah maqom kedudukan wali Qutub

    ReplyDelete
  3. berarti ratu adil itu secara tdk langsung adalah yg berkedudukan wali kutub ghoust hadzazaman zaman ini ditambahi dengan ciri ciri yg terdapat dlm ramalan joyoboyo spt berparas spt krisna [ wisnu/ prabu rama] spt satriya gatot kaca wali ghoust adalah ya kyai semar bodronoyo sejata tisula yg tajam melambangkan udah sempurna iman islam dan ikhsannya sakti mandra guna berati orang yg mempunyai karomah yg tinggi pandai meramal yg berarti orang yg makrifat lulus weda jawa sesuai dengan torekot ilmu kuwi kanti laku lakon lan tekon bakal tekan inilah yg dimaksut weda jawa senang menggoda dan minta minta bagi wali ghous ini bisa diartikan sering minta ghonimah untuk perjuangan dakwahnya tunjung putuh pudak kasungsang berhati suci satu satunya manusia yg diberi alloh mempunyai sifat ini sesudah nabi dan rosul ya ghoust hadzazaman dan kaum sidikin lahir dimekah bisa diartikan sbg pengganti rosulluloh saw bergelar ratu amisan bernasab wali alloh dan raja raja islam jawa dll berkedudukan di jawa dan mekah artinya orang jawa yg meneruskan risalah nabi muhamad siapa lagi kalo bukan wali ghoust letaknya sebelah barat sungai dan sebelah barat tempuran berarti bisa di telusur sungai yg paling keramat di tanah jawa yg hulunya sungai di puncak gunung merapi berarti sungai opok sebelah barat tempuran sedangkan sungai opok ada 3 tempuran pang hulu sungai kuning tengah sungai gawe ujung sungai oyo berati tinggal mencari orang yg berkedudkan wali kutub ghoust hadzazaman yg dekat sungai opok diantara tempuran sungai sungai tadi orangnya tampan dan senyumnya manis sekali berarti sesuai dengan sifat rosululoh sinuyungan dewo wolu berarti pengikutnya wali ghoust tadi yg mendampingi muruit muritnya selalu berjumlah 8 orang kesukaanya berzikir udah menjadi karakternya hari kamis sbg hari besarnya berati selalu bermujahadah pd hari kamis malam jumat ini sesuai kebiasaan umat islam di indonesa kususnya orang jawa melakukan yasinan mujahadah berzikir dan istiqhosah barjanji solawatan sebelah barat gunung perahu sungai opok letaknya sebelah barat gunung perahu bayat klaten rumahnya terbuat dari batu sungai dan pintu gerbangnya ada pohon ondongnya bisa di artikan orang yg dididik oleh wali ghoust yg berasal dari gunung andong gunung melambangkan keteguhan hati dan orang yg istikomah dan berkedudukan di bojonegara berati orang yg bisa menata negara sbg budak ongon ing di engon bukan harimau kerbau sapi atau kambing tapi orang yg senang mengumpulkan ranting ranting dan cabang cabang pohon yg kering dan ajaran ajaran torekot ternyata bisa di terima oleh umat islam suni ahli sunah waljamaah dan siah dansedikit wahabi tetapi wahabi bertolak belakang dg suni siah dan satu satunya islam yg tdk pernah putus kekalifahan dan baeat sedangkan islam sekarang sudah putus kira kira 100 th tingal kita mencari ciri ciri dan letak geografis orang tersebut mana yg lebih banyak mendekati itulah orangnya tinggal kita mau mendukung atau tdk sebab tergantung masarakat sbg manifestasi kehendak Alloh swt selamat berpetualang dan ini juga terdapat dlm manakib sehk abi hasan ali as sadzali umat islam akhir zaman akan bersatu dlm panji panji torekot sadzaliyah dan teryata muhaman samsujen itu murit torekot sadzaliyah guru joyo boyo


    ReplyDelete
    Replies
    1. Mhn sertakan referensi agar ilmiah...yg dipaparkan semua hny versi anda sj, dan rdk didukung oleh referensi lain bahkan dalil2 syar'i

      Delete
    2. Mhn sertakan referensi agar ilmiah...yg dipaparkan semua hny versi anda sj, dan rdk didukung oleh referensi lain bahkan dalil2 syar'i

      Delete
    3. Sepakat, referensi adalah mutlak untuk agama..
      Referensi yang haq mutlak adalah ayat Al Qur'an dan hadist Shahih, hasan shahih dan ulama salaf.

      Delete
  4. thorikat syadziliyah Kekhalifahan secara sufi dan thorikot
    kekhalifahan secara sufi dan thorikot sesudah syaidina ali bin abi tholib yang bertindak sebagai khlifah yaitu syaidina hasan cucu rosululloh { sebagai wali qutub ghoust hadzalzaman pertama kali } inilah kekhalifahan secara sufi dan thorikat pertama kali dan selanjutnya dipegang oleh wali qutub ghoust dzalzaman. setiap wali qutub sebelumnya meninggal dan tenteng baiat dan ketaatan diwakilkan oleh mursid masing masing thorikot jadi perkaranya bukan masalah lokal dan tidak lokal tetapi kewajiban umat muslim tetap harus baiat dan mempunyai ketaatan dan mempunyai jama 'ah ini sudah cukup walaupun pengikutnya cuman tiga orang tapi kalau thorikot sanad sanadnya tentang kekhalifahan dan kemursidan tidak pernah putus sampai hari ini bahkan sampai hari kiamat dan inilah kekhalifahan yang hak dari segi sanad sanadnya saja orang orang thorikot tentang kekhalifahan sudah menang baik secara dalil maupun secara sanad sanad tetapi kekhalifahan umayah tidak sah secara hukum karena merebut dari syadina ali. Abbasyah juga begitu utsmaniyah juga begitu kekhalifahan ketiga ini di bangun atas dasar ambisi caci maki fitnah, dan menumpahkan darah sesama muslim tetapi kekhalifahan orang orang sufi dan orang orang thorikot di bangun atas dasar ketakwaan, ketawadukan dan kesalehan dan keikhlasan tetapi orang orang syari'at malah memfitnah dengan bi'ah, musryik, mengkultuskan, dan mengkafirkan tapi lihatlah tidak ada orang orang thorikot mencaci maki umat muslim lainnya dan tidak ada kekhalifahn thorikot ini diperebutkan dan kemursidan di perebutkan dalil sudah jelas tinggal anda anda mau mengakui orang orang thorikot dan bergabung dengannya atau tidak terserah anda. carilah mursid yang mempunyai kedudukan wali Allah syukur syukur ketemu wali qutub hadzalzaman yang berfungsi sebagai khalifahnya dan wali qutub haruslah dididik wali qutub sebelumnya dan diangkat oleh rosululloh disaksikan oleh wali qutub yang masih hidup sebelum meninggalnya. lihat blog pusat kekhalifahan qodiriyah

    ReplyDelete
  5. kalifah baeat taat dan jamaah yg tdk pernah putus satu satunya ya golongan torekot dari dalil siapa yg ibadahnya puasanya sodakohnya hajinya dan ilmunya sebaik apapun kalo tdk mempunyai kalifah [mursit ] baeat taat dan jamaah maka mati kafir jahiliyah bahkan lari walo selangkahpun dan satu satunya yg tdk pernah putus sanat sanatnya sampai hari ini dan sampai akhir zaman ya cuma kepemimpinan orang orang sufi dan torekot ya to omomomomom

    ReplyDelete
  6. Terimakasih atas artikel dan penjabarànnya sehingga menabah pegetahua tentang Islam...

    ReplyDelete
  7. Umat Islam memiliki modal yang sangat besar untuk bersatu, karena mereka beribadah kepada ilaah (Tuhan) yang satu, mengikuti nabi yang satu, berpedoman kepada kitab suci yang satu, berkiblat kepada kiblat yang satu. Selain itu, ada jaminan dari Allah dan Rasul-Nya, bahwa mereka tidak akan sesat selama mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, berpegang-teguh kepada Alquran dan al Hadits. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

    فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى {123} وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

    Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124).

    Dalam menjelaskan kedua ayat ini, Abdullah bin Abbas berkata, “Allah menjamin kepada siapa saja yang membaca Alquran dan mengikuti apa-apa yang ada di dalamnya, bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.” [Tafsir ath Thabari, 16/225].

    Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

    Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam menjelaskan kedua ayat ini, Abdullah bin Abbas berkata, “Allah menjamin kepada siapa saja yang membaca Alquran dan mengikuti apa-apa yang ada di dalamnya, bahwa dia tidak akan sesat di dunia dan tidak akan celaka di akhirat.” [Tafsir ath Thabari, 16/225].

      Ini sangat benar tapi juga memiliki arti dengan tafsir yang tepat .. jadi kalau tafsirnya salah akhirnya juga tidak benar atapun menyimpang.

      Delete
  8. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrina Wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fii haa ma’asyunaa. Wa ashlih lanaa aakhiratanal latii ilaihaa ma’aadunaa. Waj’alil hayaata ziyadatan lanaa fii kulli khairin. Waj’alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHABIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN BERKAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA BAGI KAMI, KELUARGA KAMI DAN KAUM MUSLIM.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH PULA KAMI MERAIH BERKAH-MU MELALUI PERANTARAAN BERBAGAI TULISAN DALAM SITUS INI.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA SYUHADA, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM, SERTA SEMUA MUSLIM SALEH YANG (TELAH) WAFAT. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Indra Ganie – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    ReplyDelete
  9. Semua yang berkomentar disini bukan termasuk satu golongan yang selamat itu penulis juga, termasuk saya.

    ReplyDelete
  10. NU, muhamadiyah, persis itu kan SUNNI tapi mereka berbeda ada yg tahlilan ada yg nggak!!
    jadi sunni terbagi itulah yg dikatakan logika saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hindari logika/paham sendiri bisa-bisa saudara masuk dalam perangkap syetan karena selalu mengikuti kata hati sendiri.

      Delete
    2. Hindari logika/paham sendiri bisa-bisa saudara masuk dalam perangkap syetan karena selalu mengikuti kata hati sendiri.

      Delete
  11. apakah sahabat sudah menjalankan sunnah nabi dengan seutuhnya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini yang menjadi pertanyaan sekarang semua mengaku Ahlusunnah Wal Jamaah, saya hanya takut dengan penafsiran2 .. banyak mengaku yang paling benar... untuk saya, belajar Islam dengan ilmu dan pikiran terbuka jangan hanya mendengar. semoga kita termasuk 1 golongan yang benar :). Salam.

      Delete
  12. Niat sae,Tumindak becik,lan ngibadah kanti istiqomah,Gusti mboten ningali aliran panjenengan,ananing nyekseni,lan ngikuti lelampahe Gusti lan Kanjeng Nabi sing Mancep sakjroning Atine panjenengan.

    ReplyDelete
  13. Ikhlas, Sabar, Tawakkal, Berprasangka Baik, Berikhtiar total, Berdoa, Shalat 5 Waktu, Berpuasa, Bersedekah, Menjauhi diri dari Keinginan yang tidak perlu, Bertafakur tentang Allah dan Proses Perjalanan Kehidupan kita, Bershalawat, Mendoakan Orang Tua, Mendoakan Keturunan, Belajar Supaya Pintar dan Berguna untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara serta Agama, itu dicintai Allah dan Rasul-Nya, terlebih jika senantiasa berdzikir dalam keadaan makan, minun, bepergian, bekerja, berkendara. Cukup. Memahami Islam dalam sudut pandang sebagai Manusia Biasa, tidak perlu Sakti, karena Rasulullah tidak sakti, Nabu Musa, Nabi Isa dan Nabi Dawud juga tidak sakti. Semua krn Allah yang memberikan mukjizat. Di dalam kehidupan modern ini, sudah tidak ada lagi wujud Karomah sebagaimana dialami oleh para pendahulu. Berdoa saja, Belajar, Petunjuk Allah tentu datang kepada orang-orang yang percaya dan berserah total, jangan terlalu bersedih dan bersuka hati, Jangan memuaskan hasrat duniawi dan menganggapnya manusiawi karena manusia itu dua : Unsur Jasmani dan Rohani. Cukup, Sisanya bertutur kata baik dan bersikap lemah lembut. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikhlas, Sabar, Tawakkal, Berprasangka Baik, Berikhtiar total, Berdoa, Shalat 5 Waktu, Berpuasa, Bersedekah, Menjauhi diri dari Keinginan yang tidak perlu, Bertafakur tentang Allah dan Proses Perjalanan Kehidupan kita, Bershalawat, Mendoakan Orang Tua, Mendoakan Keturunan, Belajar Supaya Pintar dan Berguna untuk Masyarakat, Bangsa dan Negara serta Agama, itu dicintai Allah dan Rasul-Nya, terlebih jika senantiasa berdzikir dalam keadaan makan, minun, bepergian, bekerja, berkendara. Cukup. Memahami Islam dalam sudut pandang sebagai Manusia Biasa, tidak perlu Sakti, karena Rasulullah tidak sakti, Nabu Musa, Nabi Isa dan Nabi Dawud juga tidak sakti. Semua krn Allah yang memberikan mukjizat. Di dalam kehidupan modern ini, sudah tidak ada lagi wujud Karomah sebagaimana dialami oleh para pendahulu. Berdoa saja, Belajar, Petunjuk Allah tentu datang kepada orang-orang yang percaya dan berserah total, jangan terlalu bersedih dan bersuka hati, Jangan memuaskan hasrat duniawi dan menganggapnya manusiawi karena manusia itu dua : Unsur Jasmani dan Rohani. Cukup, Sisanya bertutur kata baik dan bersikap lemah lembut. :)

      Delete
  14. Pada hakikatnya, baik dalam kitab Baghawad Gita sebagaimana pengajaran Sri Kresna thdp Arjuna (siloka/simbol insan kamil (manusiasejati)), adalah pengajaran ttg kebijaksanaan. Baik penggambaran Semar, ataupun Buddha, atau pun Orang Yunani seperti Plato, Nabi Khidr, Zulkarnaen (Babylon), semua mengajarkan kebaikan. Tidaklah berguna pemahaman dan ilmu pengetahuan jika kita tidak bisa berperilaku baik, hanya menuruti hawa nafsu. Islam sudah ada rukun iman dan rukun islamnya, ya lakukan saja sebaik-baiknya, ilmu hikmah itu datang kepada orang yang belajar, siapapun dia, baik penulis, matematikawan, fisikawan, seniman, arsitek, dokter, selama dia belajar agama dengan sudut pandang dan pada perannya masing-masing (tidakserakah) maka dia akanbermanfaat secara total thdp orang banyak, meskipunpemahaman filosofis penting untuk membentengi diri dari kekuatan-kekuatan sekularisme dan agnotisisme. Tapi kita sudah berkewajiban untuk Berpendidikan Tinggi, mengamalkan Rukun Iman dan Rukun Islam, Mentafakuri ayat2 yang Kauniyah dan Kauliyah, dengan cara Taufq dan Tauqif. Segalanya kembalikan lg kepada Allah sebagaimana perhitungan-Nya dan Ridho-Nya. Belajarlah kita untuk memurnikan Hadits dan Quran sebagaimana Pribadi Rasul dan sebagaimana Wahyu Rasul dr Malaikat Jibril, jangan mengikuti aliran-aliran yang tidak jelas, minta kepada Allah pemahaman niscya Allah mengilhamkannya kepada akal kita secara bersih dan terjaga sbg Ilmu yang Ladunni (Miladunkarahmah). Apapun pekerjaan dan bidang keilmuan kita. :)

    ReplyDelete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Orang yang berilmu itu adalah orang bermanfaat bagi orang lain. Dan ilmu yang bermanfaat bagi orang banyak baik dia muslim maupun non muslim adalah ilmu-ilmu yang sifatnya berkaitan dg kehidupan sosial berbangsa dan bernegara. Ilmu agama dengan segala macam jenis pemahamannya adalah 'pegangan jiwa' yang posisinya sentral tak berubah. Agama itu diamalkan, pemahaman orang tentang Al-Quran sangatlah relatif tergantung dr pengalaman hidup, bidang keilmuan, bakat dan pekerjaannya. Al-Quran jika terbiasa dibaca maka akan memberi syafaat kepada kita baik di dunia dan di akhirat, di dunia sebagai pendukung bidang keilmuan kita, di akhirat sebagai penambah timbangan amal perbuatan. Setiap bidang apapun dengan segala sudut pandangnya jika digunakan dg benar dan tidak disalahgunakan akan memberikan informasi-informasi yang saling berkaitan, baik itu Tafsir Quran sendiri dg berbagai macam versinya, baik Ilmu Pengetahuan dr latar belakang pendidikan, baik itu kecerdikpandaian dalam pengalaman kerja, baik itu perilaku sosial dan perkembangan zaman, semuanya mengandung pelajaran bagi org yang menafakurinya (secara diam-diam dan terang-terangan). ".....Wa intubduw maafi'anfusikum awtukh fuhu yuhasibkum bihillahu fayaghfirulli maa yasyaa wa yu'adzibu maa yasyaa'u wa huwa ala kulli syai'in qaadir." (Q.s. Al Baqarah: 284)

    ReplyDelete
  19. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM sekaligus melindungi dari musibah – KHUSUSNYA PARA AHLUL BAIT : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrina Wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fii haa ma’asyunaa. Wa ashlih lanaa aakhiratanal latii ilaihaa ma’aadunaa. Waj’alil hayaata ziyadatan lanaa fii kulli khairin. Waj’alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHAHBIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN BERKAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA KAUM MUSLIM.

    YA ALLAAH, CURAHKANLAH KASIH SAYANG-MU KE SEANTERO SEMESTA SEKALIGUS LINDUNGILAH DARI BENCANA – KHUSUSNYA KAUM MUSLIM.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA SYUHADA, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM, SERTA SEMUA MUSLIM SALEH YANG (TELAH) WAFAT. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.


    Ganie, Indra Ali – Bintaro Jaya, Tang-Sel, Banten, Indonesia

    ReplyDelete
  20. Assalamualaikum warrahamtullah wabarokatuh. Sedikit tanggapan, seharusnya kita hanya tinggal Ikuti Al quran Dan Sunnah Rasulullah. Perkara selesai. Ga ada sunni, salafi, atau yg lain. Kita sudah pasti tau, Siapa Tuhan mu ? Siapa Imam mu ? Perkara masuk syurga Atau neraka itu urusan Allah, biarkan Dia yg menghakimi dan mengadili karena Ia se Adil Adilnya Penghakiman . wallahualam.

    ReplyDelete
  21. Maaf, saya sarankan boleh siapapun berpendapat, tetapi ingat, sebaik2 perkataan adalah Al Qur'an. Dan 2 kitab (Al Qur'an dan Al hadist) adalah Sumber ilmu.. Jadi jangan sampai kita berpendapat yang bertentangan dengan kedua kitab tersebut. Semua pendapat hanya referensi, tingkatannya dibawah Al Qur'an dan Al hadist jadi jangan dipaksakan kepada orang lain untuk meyakininya.

    ReplyDelete
  22. Assalamualaikum warahmatullahi wabarkatu.

    Golongan Islam yang akan masuk syurga adalah golongan islam yang mengikuti ajaran Al-qur'an dan sunnah simple namun terlalu banyak logika" yang di tebarkan kaum yabudi untuk mempengaruhi umat islam. Ketahuilah bahwa orang" yahudi adalah orang yang paling cerdas yang akan selalu menyesatkan Islam. Karena kaum yahudi adalah prajurit Dajjal nantinya.

    AsyhaduAllah ilaha illAllah wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah.

    ReplyDelete
  23. Diakui atau tidak bahwa Islam masuk ke tanah Jawa sesudah Nabi Muhammad saw wafat kurang lebih seribu tahun. Jadi sudah jauh melebar dari aslinya. Karena setiap ulama mempunyai tafsir terhadap ayat Alquran dan hadist ketika mengajarkan kpd para santrinya. Jadi bagaimana cara mendapatkan syafaat dari Rasulullah....?

    ReplyDelete

Silakan meninggalkan komentar anda terhadap artikel ini